Rabu, 28 Maret 2012

Rabiatul Adawiah

Rabiatul Adawiyah adalah seorang wali Allah yang mengabdikan dirinya kepada Allah. Kesabaran dan perjuangan harus dicontohi oleh wanita islam hari ini. Walaupun sejarah hidupnya bermula dari seorang wanita yang tidak mentaati Allah, akhirnya di memilih jalan sufi dalam mencari ketenangan hidup.
Kisah bermula pada zaman dahulu di mana kejahilan menyelebungi masyarakat arab kebanyakan sekolah agama telah ditutup. Ayah Rabiatul Adawiyah adalah guru agama tapi terpaksa menjadi pendayung sampan. Untuk menarik minat orang menaiki sampannya dia akan mendendangkan lagu yang merdu ketika mendayung sampan. Rabiatul Adawiyah sentiasa disamping ayahnya hinggalah dia dewasa, apabila ayahnya meninggal dunia. Dia menggantikan tempat ayah sebagai pendayung sampan dan mendendangkan lagu yang merdu. Mendengarkan suaranya yang merdu itu menarik hati seorang lelaki untuk membawanya untuk dipersembahkan kepada raja dan dia terpaksa berkhidmat untuk raja. Setiap hari dia menyanyi dan menuang arak kepada raja dan tetamu raja.

Rabu, 21 Maret 2012

Setetes Rindu Untuk-Nya

Di kala senja menepik sukma lara
Terhempas gejolak rasa perih di hati
Di kala sang rembulan tertatih berjalan ke peraduan
Hati terbangun...
Terbangun dari kegelisahan lara

Jumat, 24 Februari 2012

Valentine Day

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh…
Alhamdulillah... Sebuah kata yang memiliki sejuta ungkapan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menitipkan benih-benih cintaNya lewat Iman dan Islam. Yup.. Alhamdulillah juga karena bulletin Al-Qira’ah bisa terbit lagi atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun tema yang dibahas mengenai Valentine. Mungkis sebagian kalangan sudah mengetahui dari mana Velentine berasal dan mungkin sejarahnya. Tapi, ada baiknya untuk tetap membaca bulletin ini. Selamat membaca ya...

Untuk muda-mudi generasi penerus, tulisan ini akan memaparkan sedikit tentang CINTA, yang ternyata eksploitasi cinta tanpa tuntunan agama akan bermuara kepada pergaulan seks bebas dan merusak tatanan, bahkan eksploitasi cinta akan dapat menggiring pelakunya ke sikap pendewaan cinta yang akhirnya  seseorang akan dapat terjerumus kepada kesyirikan yang tidak disadarinya.

Kali ini akan kita kupas tentang Valentine yang secara kebetulan perkembangannya paralel dengan eksploitasi cinta, seks bebas dan materialisme. Tahun demi tahun hiruk-pikuk valentine makin bertambah instensitasnya, dahulu hanya muda-mudi kota-kota besar seperti Jakarta yang mengenal Valentine dan merayakannya, kini sudah mulai merambah ke muda-mudi desa-desa kecil yang ada di Indonesia ini, Valentine tidak saja dikenal oleh para remaja tetapi juga sudah dikenal dan dirayakan oleh anak-anak SD.

Valentine, Sorry! I am Muslim!