Di kala senja menepik sukma lara
Terhempas gejolak rasa perih di hati
Di kala sang rembulan tertatih berjalan ke peraduan
Hati terbangun...
Saat kucoba menulusuri pegunungan hati
Namun yang kutemukan hanyalah jalan yang terjal
Terjal bagaikan lubang yang tak berujung
Dan kutahu, itu adalah jurang kerinduan
Kerinduan yang tak pernah lekang oleh waktu
Kerinduan yang tak akan musnah walaupun zaman terus berganti
Dan kerinduan yang tersimpan abadi di bilik hati
Itulah kerinduan kepada sang pemberi rasa
Yang hanya dapat kutitipkan lewat air mata
Air mata yang berlinang di setiap sembah sujudku kepada-Nya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar