Minggu, 04 Mei 2014

Zaman Sekarang Zaman Fitnah


 

Zaman yang sedang kita jalani dewasa ini merupakan zaman sarat fitnah. Banyak pesan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallammengenai fitnah di akhir zaman yang sangat cocok menggambarkan zaman yang sedang kita lalui saat ini. Inilah zaman ketika giliran kemenangan di dunia bukan berada di fihak ummat Islam. Ini merupakan zaman di mana Allah subhaanahu wa ta’aala menguji orang-orang beriman. Siapa di antara mereka yang mengekor kepada orang-orang kafir, siapa di antara mereka yang emas imannya dan bahkan rela berjihad di jalan Allah subhaanahu wa ta’aala hingga meraih kemuliaan mati syahid.
إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
”Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS Ali Imran 140)

Dalam ayat di atas Allah subhaanahu wa ta’aala menegaskan bahwa adakalanya ummat Islam memperoleh kemenangan dalam medan peperangan namun adakalanya kaum musyrikin-kuffar yang menang. Ini merupakan perkara biasa dalam kehidupan di dunia yang fana. Dunia merupakan tempat di mana segala keadaan berubah silih berganti, tidak ada yang tetap dan langgeng. Kadang manusia menang, kadang kalah. Kadang lapang, kadang sempit. Susah-senang, sehat-sakit, kaya-miskin, terang-gelap, siang-malam, berjaya-terpuruk semuanya silih berganti dan selalu bergiliran. Itulah dunia. Berbeda dengan di akhirat nanti. Manusia hanya punya satu dari dua pilihan keadaan. Pertama, ia mungkin hidup abadi dalam kesenangan hakiki di dalam surga Allah subhaanahu wa ta’aala. Atau sebaliknya, hidup kekal dalam penderitaan sejati di neraka Allah subhaanahu wa ta’aala.
 

Jumat, 28 Maret 2014

Menjaga Pandangan, Pembuka Ilmu Pengetahuan



Jika seorang pelajar ingin meraih kesempurnaan ilmu, hendaklah ia menjauhi kemaksiatan dan senantiasa menundukkan pandangannya dari hal-hal yang haram untuk dipandang karena yang demikian itu akan membukakan beberapa pintu ilmu, sehingga cahayanya akan menyinari hatinya. Jika hati telah bercahaya maka akan jelas baginya kebenaran. Sebaliknya, barangsiapa mengumbar pandangannya, maka akan keruhlah hatinya dan selanjutnya akan gelap dan tertutup baginya pintu ilmu.(Ibnu Qayyim Al-Jauziyah). Mata dan hati memiliki ikatan yang kuat. Para dokter akhlaq bertutur, “Antara mata dan hati ada kaitan eratnya. Bila mata telah rusak dan hancur, maka hati pun rusak dan hancur.”

Berapa banyak jatuh korban akibat kerlingan mata yang membawa kehancuran dan penderitaan. Sudah amat banyak kita dengar kasus-kasus perbuatan keji yang dilakukan oleh para pemuda (perzinaan, homoseks, lesbian), suami-istri yang bercerai, atau menderitanya anak-anak sebagai korban.
 

Semua bencana ini berasal dari pandangan mata, sebagaimana kata penyair, “Pandangan, lalu senyuman, kemudian salam dan bicara, lalu janji, kemudian pertemuan”. Pandangan melahirkan lintasan pikran, lintasan pikiran melahirkan nafsu syahwat, nafsu syahwat melahirkan kemauan yang kuat, sehingga menjadi tekad yang bulat. Dari sini dapat dipastikan akan muncul suatu perbuatan, selama tidak ada penghalang. Mustahil bisa terjaga kehormatan dan kesucian keluarga kecuali dengan menahan diri dan menjaga pandangan mata.


Rabu, 12 Maret 2014

Susunan Kepanitiaan Pelatihan Jurnalistik

Bismillahirrahmaanirrahiim

Dengan mengharap rahmat dan ridho Allah subhaanahu wa ta’ala

Susunan kepanitiaan Pelatihan Jurnalistik

Ketua: Nur Atikah Tadjuddin xi ipa 1
Sekretaris: Radhwa Yumna xi ipa 2
Bendahara: Siti Mawaddah Warahmah xi ipa 3

Acara:
A nurdini yuridna yudha xi ipa 3 (koordinator)
Nurul muthmainnah xi ipa 3
A tazkiyah batari uleng xi ipa 7
Ainun isnaeni x ipa 4
A batari toja x ipa 8
Nur faidar khusnul x ipa 2
Nurul Rofifah x ips
Sri dewanty putri xi aksel

Pubdok dan konsumsi:
Fandharista febrianti pertiwi xi ipa 1 (koordinator)
Pertiwi Margarana xi ipa 1
Amalia fajriati xi ipa 3
Husnul Awaliah x ipa 4
Siti wira siswati syam x ipa 3
A nurul hanifah x ipa 1
Hersyah ainun x ipa 8

Perlengkapan:
Rafika Nurul Aisyah xi ipa 6
Nurul fitriana xi ipa 2
Nurul ikhsani x ipa 3
Ainun maulidya x ipa 5
Farah Nurfadhilah xi ipa 1
Ayu Andini Wulandari x ipa 4

Humas:
Nuzul Qur'an Hadie xi ipa 2
Azhary ramadhanty xi ipa 5
A. Alifta Nurul xi ipa 3
Juztika andriani x ipa 8
Afdhaliyah Annisa x ipa 4
A hardiyanti arsyad x ipa 8
Nur Ayu Wahyuni xi ipa 1

Dana:
Risqa permatasyara xi ipa 5 (koordinator)
Nur asia janna xi ipa 3
Dhiya Muthiah xi ipa 1
Indri Febriani x ipa 8
Nurfitriani lihawa x ipa 4
Rina Anggereani Idris x ipa 2
Annisaa Bitari
Nur Hildah Inayah xi ipa 7